Lakukan apa yang kamu mau, jalankan apa yang kamu suka

Sabtu, 25 November 2023

Kilas balik

November 25, 2023 Posted by agista rahmadania No comments
Kilas balik yang akan ku ceritakan, dengan maksud mematahkan perasaan sendu yang selama ini menerkam habis habisan perasaan yang tak terdefinisikan bagaimana sakitnya. 
Ku kira perjalanan panjang setelah aku pergi dari kota dimana aku mengenalmu menjadi lebih mudah dan menyenangkan ternyata kapasitas hati ku tak bisa menelan rapat rapat rasa sakit. 
Ku coba kubur perasaan menyakitkan secara dalam
Dalam. Namun sayangnya masih menembus benteng pertahanan nyali ciut satu ini. 
Aku sampai tak habis pikir dengan perasaan kali ini. Bagaimana bisa aku menanam perasaan yang menyakitkan sejauh ini. Aku mulai menertawakan perasaan sedu ku. 
Aku selalu bicara tentang ikhlas yang tak ada habisnya tapi nyatanya perasaan ikhlas tak kunjungku temukan di waktu ataupun di ruang yang berbeda 
Aku ingin menangis tanpa banyak berbicara, tapi rasanya sangat tidak mungkin. 
Aku menemukan sesuatu yang sulit ku terima, ya betul, kedatangannya. Aku kembali mengingat ingat bahwa aku juga sekali bertemu dengan wanita itu. Tapi yang ku tau sigaret yang kitaaa genggam sama. 
Bagaimana bisa aku menolak tidak mengenalnya sedang aku mengenal dirinya. 
Tak banyak yang ingin ku ketahui kembali setelah banyaknya perjalanan ini. 
Yang ku tau dia menyenangkan dan kamu bahagia dengan sosok wanita ini. Aku ingin sekali memberi selamat, tapi apakah kamu bertahan dengann ucapan selamatku ini.
Aku takut kekokohan hati ku ini kembali nelangsa apabila tak sengaja menatapmu kembali meski kalaupun terjadi pertemuan ini. Aku akan pura pura tdk mengenalmu. 



5 Februari tahun belakang "perkenalan yang dimulai"

November 25, 2023 Posted by agista rahmadania No comments
Rasanya masih membekas saat ini, tapi aku paham akan ada yang abadi di setiap tulisan terkait dirimu. 
Maaf melibatkan dirimu di hidupku sejauh ini. Aku hanya melibatkanmu masuk kedalam semesta ku, semesta yang tak pernah aku pikirkan akan melibatkan luka didalamnya. 
Aku mengingat kembali malam itu, malam dimana perkenalan kita dimulai. boleh bukan aku mengingatnya? mengingat kita teman dan tanpa melibatkan apapun. 
Hari dimana kamu menceritakan kilas balik dirimu yang sampai saat ini masih terekam di dalam memory ingatanku. 
Kamu adalah syair yang tak pernah habis ku pikirkan, hingga aku paham bahwa percuma. 
Aku yang salah bertanya lebih jauh tentangmu hingga larut malam. 
Aku selalu menyalahkan diriku karena kesalahanku mengenalmu malam itu. Memulai pembicaraan yang menurutku sangatlah tidak penting untuk dijelaskan bagaimana bisa aku membawamu kepada malam-malam panjang yang menyakitkan berikut berikutnya. 
Aku yang sengaja tidak melanjutkan pembicaraan sehingga bisa ku lanjutkan dikemudian hari olehmu adalah kebiasaanku. 
Aku memulai semua yang tak harus ku mulai. Terimakasih dan maaf untuk tahun tahun yg berat menurutmu. Aku tak yakin hanya aku yang terlibat. 
Bulan dimana aku berkenalan denganmu, adalah bulan bulan yang sangat menyenangkan, bulan dimana aku tak pernah tau di bulan januari awal tahun selanjutnya menjadi pertemuan paling menyakitkan yg pernah aku lalui. 
Bagaimana menurutmu perasaanku kala itu? 
Hancur tanpa cerita bukan?
Aku menuliskannya tanpa memberitahumu
Aku menjelaskan bagaimana perasaanku tanpa menyalahkanmu lagi
Lagi dan lagi, bulan ini mengantarkan ku pada keputusan dan perasaan yang sangat sulit enatah bagaimana menjelaskannya yg jelas aku terluka tanpa berbicara