Lakukan apa yang kamu mau, jalankan apa yang kamu suka

Rabu, 03 Juni 2020

Ingatan

Juni 03, 2020 Posted by agista rahmadania No comments
Lagi-lagi aku menjadikanmu alasanku menangis di tengah malam, 
Rasanya semuanya sudah berlalu ternyata sama sekali tak berlalu 
Semua yang melibatkan dirimu tak akan pernah berakhir 
mungkin sampai nanti ada yang seindah dirimu baru aku akan melupakanmu 
atau bahkan sama sekali tidak bisa?
Aku ingin sekali egois, meletakkanmu dibagian kepala yang palingku ingat 
Tapi, aku baru sadar aku salah meletakkan keegoisan. 
Tak seharusnya kamu ku letakkan di bagian ingatan yanng sering aku ingat 
Harusnya dari awal aku pelan-pelan belajar mengikhlaskan
Lagi-lagi aku gagal, barang sejenak saja aku enggan melupakanmu
Bodoh sekali aku, terlanjur bermain dengan hati tanpa tau konsekuensi menyakitkannya 

Jadi Bagaimana Caraku melupakanmu?

Juni 03, 2020 Posted by agista rahmadania No comments
Rasanya baru kemarin aku mengenalmu, ternyata semua sudah berjalan sekian lama. Aku baru sadar ternyata semua yang aku lalui begitu sulit. Semua tentangmu masih ku genggam dengan erat. Tatap matamu masih melekat di ingatanku, siang yang diguyur matahari masih tetap saja ada dihadapanku. Aku baru sadar ternyata aku tak bergerak, aku diam bahkan tak sedikit pun berjalan. Mungkin sesekali aku berteriak karena dada ini kepayahan dibuat sesak oleh kata yang tak sempat aku ungkapkan. Malam yang dingin masih saja memeluk dengan hangat segala rasa gelisah yang terbesit dikepala. Selalu ada kata harusnya tidak disetiap aku memikirkanmu, padahal lagi-lagi aku yang dengan sengaja membiarkanmu masuk begitu saja tanpa ada rasa bersalah. 
Harusnya aku tidak membiarkanmu mengajakku makan, mengajakku menatap bintang malam, mengajakku menikmati lampu kuning di sepanjang jalan, mengajakku mengenal hujan ditemani dinginnya angin yang berhembus di gelapnya malam. 

Kamu ingat nyanyian yang selalu kita dengarkan? di ujung jalan melalui ponsel atau bahkan bertatap langsung? ingat? aku selalu ingat bahkan semenjak aku mengenalmu sampai detik ini tak lagi bisa bertatap denganmu lagu itu selalu ku putar dengan menutup mata lalu tak lama air mataku turun. 

Melegakan? sama sekali tidak, aku fikir cara melegakan adalah dengan menangis ternyata aku sama sekali tak lega. terluka tapi tak berdarah., sesak tapi tak bisa berteriak. Jadi, bagaimana kabarmu sekarang? ku harap kamu baik baik saja disana. dua tahun silam kita tak berjumpa semoga novembermu kali ini sebaik november yang lalu.