Untukmu yang tak ku sebut namanya, sebuah nama yang akan selalu menjadi bagian dari ceritaku. Mulai dari cerita tersulit hingga termudah, mulai dari bagian yang dapat aku jelaskan hingga bagian yang tak dapat aku jelaskan.
Aku ingin menjelaskan sedikit terkait egoku yang tak akan pernah berhenti sampai sini. Aku ingin sekali memilikimu lebih dari ini. Tapi, aku tahu banyak tentang konsekuensi yang sedang aku harapkan. Aku tau bagian mana yang akan menjadi bagian tersulit dari yang aku harapkan saat ini.
Untukmu yang tak bisa ku sebut namanya, ini bagian tersulit dari hatiku untuk menjelaskan padamu. Kalau pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak berjalan beriringan lagi, bukan aku yang benar-benar berharap kamu untuk pergi, hanya saja egoku saat itu sudah terlatih untuk dapat menahan semua sakit yang pada akhirnya memupuk didalam darah. Aku hanya ingin kamu tau, aku ingin memaksa diriku terbangun dari rasa bersalahku.
Ku sampaikan sekali lagi untukmu atau diriku, ketika aku memilih untuk pergi bukan aku merasa diriku sudah kuat, bukan pula karena aku tak menyayangimu lagi. aku hanya ingin memindahkan rasa bersalah menjadi rasa sakit yang mungkin lukanya tak bisa hilang. Mungkin saat itu pula aku sudah yakin kalau aku berjalan di persimpangan yang salah dan aku sudah benar-benar menyerah untuk bertahan di persimpangan.
Mungkin menurutmu aku sudah siap kehilangan atau bahkan mempersiapkan untuk tidak tinggal dengan mu. Kamu salah, bagiku membayangkanmu hilang dari hadapanku saja adalah bagian paling menyakitkan yang akan ku mulai. Bagaiamana aku sanggup melihat kenyataan kalau kamu yang biasanya memaparkan senyuman di sebelahku kini tak ada dan menghilang tanpa ku bisa melihat lagi dan mencium lagi aromanya.
Tapi percaya lah, kamu harus tau aku sangat menginginkanmu berada disampingku. Aku sama sekali tak dapat menyembunyikan perasaan itu dan kamu tau. Tapi aku tau tembok di hadapanku begitu tinggi dan kokoh sampai aku tak dapat menerobos masuk, ada pintu yang sama sekali tak dapat aku masuki.
Hari terus berganti sampai aku ingin terus memilikimu, tetapi yang aku tahu setiap kali aku ingin memilikimu semua terasa sangat sia-sia dan aku tak ingin memungkirinya.
0 komentar:
Posting Komentar